Minggu, 09 Maret 2014
KALAU GUE SINGLE MASALAH BUAT LO?
Seperti biasanya setiap minggu pagi Nanda menghabiskan weekend dengan menonton dvd dirumah sambil mencomot donat-donat kecil rasa coklat dikamar tercintanya. Nanda lebih suka menghabiskan weekend dirumah ketimbang jalan-jalan ke mall bersama teman-temannya, nonton bioskop atau kencan sana-sini. Bagi Nanda tugas seorang pelajar adalah belajar, bukan cari pacar.
Mungkin Nanda bukan gadis yang famous disekolahnya. Nanda lebih suka mengahabiskan waktu istirahat di perpustakaan atau TIK room untuk bermain game online atau sekedar update sosial media. Walaupun jarang hangout seperti teman-temannya, Nanda termasuk orang yang tidak bisa dikatakan ketinggalan jaman karena, wawasan super luas.
" Lo nggak dateng Nan di pestanya Raka? ," Tina duduk disebelah Nanda yang sedang asyik membaca novel terbaru karya Esti kinasih. Tina sahabat terbaik Nanda sejak SMP, anaknya manis, lucu, baik, pintar dan satu lagi super bawel tapi, Nanda tetap nyaman berteman dengan Tina sampai detik ini.
" Males ah, mending bobo dirumah. " Jawab Nanda ringan sambil menutup novelnya.
" What? gue nggak habis pikir kenapa sih lo nggak bisa nyenengin hati bentar aja. Ngandang mulu ! "Plis deh nggak usah bawel Tinaaaa, suka-suka gue kenapa. Kalau elo mau dateng ya dateng aja, beres kan. " Nanda meninggalkan Tina yang masih dongkol.
" Tuh anak diciptain didunia ini buat apa sih? buat ngandang dirumah doang kali ya, aneh. " Tina pun berlari mengejar Nanda yang sudah hilang entah kemana.
Panas nya benar-benar
stadium akhir. Kalau bukan karena alasan yang logis Nanda tidak akan mungkin
mau menunggu Tina. Padahal niatnya setelah pulang sekolah ini Nanda mau
neraktir Tina makan mie ayam tapi Tina katanya sedang ada janji dengan Dian,
pacar Tina.
Nanda mendengar suara aneh, seperti langkah kaki seseorang. Belum sempat Nanda membalik tubuh untuk melihat siapa orang itu, tangan seseorang sudah membekap mulutnya dan membuat Nanda pingsan.
" Elo apa-apaan sih Tin, nggak lucu tahu! "
Ternyata Tina dan Dian sengaja menyandra Nanda dikamar Tina sore ini. Tina dan Dian ingin membawa Nanda ke Pesta ulang tahun Raka.
" Udah ya nanda sayang, gue sama Dian lagi ngidam nih mau bawa elo ke pestanya Raka. Stand by aja disitu, gue yang bakal dandanin elo. "
Nanda hanya pasrah saat Tina memoleskan sedikit foundation, bedak, eyes shadow, dan segala tetek bengek make up ke wajahnya. Sumpah demi apapun Nanda sangat tersiksa dengan make up di wajahnya. Kalau saja Tina dan Dian tidak membekap mulut dan mengikat tangannya mungkin Nanda sudah memberontak, menampar Tina dan Dian lalu lari sekencang-kencangnya.
" Hai Nan, elo cantik banget tapi kenapa dibekap gitu? " Darma yang sedang berdiri didepan pintu masuk kagum dengan penampilan Nanda.
" Iya nih Darma, Nanda nakal kalau enggak dibekap sama diikat bisa lari. " Tina dan Dian tersenyum sambil berlalu meninggalkan Darma.
" Ini Nanda permata? " Raka menghampiri Nanda yang sedang asyik dengan salad buahnya.
" Iya, emang kenapa? "
" Tumben elo mau dateng ke acara beginian, so makasih ya Nan elo dateng ke pesta gue, " Raka tersenyum manis ke arah Nanda. Nanda hanya mangut-mangut lalu pergi meninggalkan Raka tanpa sepatah katapun.
Semenjak kedatangan Nanda ke pesta Raka banyak cowok yang diam-diam sering mengamati Nanda. Mereka seakan-akan terkena magnet Nanda yang ternyata baru disadari para cowok-cowok itu.
" Mereka ngapain sih ngeliatin gue kayak gitu Tin? " Nanda sedikit risih dengan pandangan anak kelas sebelahnya yang sejak tadi memperhatikan Nanda.
" Nanda mereka itu kagum sama elo, maybe diantara mereka mungkin juga suka elo. "
" Eh gila ya, pada rabun gitu mata mereka. Apa coba yang disuka dari gue, ngaco deh elo tuh tin! " Nanda tertawa lalu kembali fokus dengan komik Conannya.
" Wo elo itu dibilangin malah gue dibilang ngaco. Terserah elo deh Nan. "
Raka menurunkan kaca mobilnya dan mengamati Nanda yang sedang asyik mengantri donat ditoko roti. Raka mengamati Nanda yang dengan santainya mengantri donat dikasir sambil mendengarkan lagu lewat earphonenya.
Raka segera menutup kaca mobil nya saat Nanda keluar dari toko. Raka mengikuti laju motor Nanda yang mengarah ke taman pinggir kota. Raka semakin penasaran saat menguntit Nanda dari belakang. Nanda terus berjalan menyusuri jalan setapak menuju sebuah gubuk kecil yang indah dengan dihiasi mawar putih.
Raka memandang Nanda dibalik pohon Mangga yang tidak jauh dari gubuk itu.
Nanda membuka kantong yang berisi donat lalu mengeluarkan sebuah buku dari dalam tasnya.
" Itu anak ngapain disini coba? " Raka semakin penasaran. Raka kaget minta ampun saat tiba-tiba Tina muncul dari belakang tubuhnya.
" Hayo! ngikutin Nanda ya, eciee suka Nanda ya Rak? " Raka membungkam mulut Tina rapat-rapat karena suara Tina bisa membuyarkan semua mata-matanya.Raka tahu semua tentang Nanda. Salah satunya tentang prinsip Nanda yang tidak mempunyai pacar sebelum kuliah. Raka sangat menghargai prinsip Nanda, Nanda memang berbeda dari gadis-gadis lainnya. Dia dewasa namun ternyata Nanda juga sangat manja terhadap mamanya. Nanda tak punya waktu untuk memikirkan cowok mana yang pantas untuknya, karena Nanda lebih suka dengan dunianya tanpa cowok manapun.
Baginya " Single itu prinsip. Bukan berarti gue gak bisa punya cowok. "
Nanda mondar-mandir didepan ruang sekretariat kampusnya. Keringat dingin membasahi tubuhnya, sejak satu jam yang lalu Nanda menunggu dosen pembimbingnya keluar sambil membawa kertas berisi " Beasiswa " untuk dirinya.
" Tuhan-tuhan bantu aku, aku ingin sekali beasiswa itu. " Nanda terus mondar mandir tanpa sengaja dia menbrak seorang laki-laki yang sedang membawa setumpukkan buku.
" Aduh! lain kali kalau jalan lihat-lihat dong! "
Nanda terkejut saat tahu bahwa laki-laki itu adalah Raka.
" Raka? "
" Nanda? " Raka meletakkan buku-bukunya dikursi. Raka dan Nanda pun duduk dikursi tunggu sambil bicara panjang lebar.Raka datang ke rumah Nanda malam ini. Raka sengaja datang tanpa memberitahu Nanda karena dia ingin memberi surprise di hari ulang tahun Nanda hari ini.
" Oh nak Raka silahkan duduk, tante panggilkan Nanda ya, " Raka menunggu diruang tamu sambil mengeluarkan sekotak donat favorit Nanda.
" Elo kesini nggak bilang gue dulu, ada apa Ram? " Nanda duduk disebalah Raka dan tanpa babibu segera membuka kotak donat yang dibawa Raka.
" Elo ya, bilang makasih dulu kek, apa kek. " Nanda tersenyum lebar sambil mencomot donatnya
" Gue mau bilang sesuatu Nan, tapi elo jangan marah ya? " Nanda mangut-mangut.
" Gue sayang sama lo, gue nggak tahu ini perasaan udah berapa lama nginep dihati gue sejak SMA. Gue tahu elo lebih suka single tapi .. " belum selesai Raka bicara Nanda sudah menyuapkan paksa donat ke mulut Raka.
" Elo telen deh itu donat, gue mau bikin minum dulu. "
Nanda pergi meninggalkan Raka yang masih terdiam tak mengerti.
Lalu beberapa langkah kemudian Nanda berbalik kearah Raka lagi dan mengigit sebagian donat dimulut Raka dengan mulutnya, sambil mencium pipi Raka.
Raka hanya tertawa menyaksikan kelakuan aneh Nanda. Namun dia begitu senang dan begitu bahagia.
Nanda mendengar suara aneh, seperti langkah kaki seseorang. Belum sempat Nanda membalik tubuh untuk melihat siapa orang itu, tangan seseorang sudah membekap mulutnya dan membuat Nanda pingsan.
" Elo apa-apaan sih Tin, nggak lucu tahu! "
Ternyata Tina dan Dian sengaja menyandra Nanda dikamar Tina sore ini. Tina dan Dian ingin membawa Nanda ke Pesta ulang tahun Raka.
" Udah ya nanda sayang, gue sama Dian lagi ngidam nih mau bawa elo ke pestanya Raka. Stand by aja disitu, gue yang bakal dandanin elo. "
Nanda hanya pasrah saat Tina memoleskan sedikit foundation, bedak, eyes shadow, dan segala tetek bengek make up ke wajahnya. Sumpah demi apapun Nanda sangat tersiksa dengan make up di wajahnya. Kalau saja Tina dan Dian tidak membekap mulut dan mengikat tangannya mungkin Nanda sudah memberontak, menampar Tina dan Dian lalu lari sekencang-kencangnya.
" Hai Nan, elo cantik banget tapi kenapa dibekap gitu? " Darma yang sedang berdiri didepan pintu masuk kagum dengan penampilan Nanda.
" Iya nih Darma, Nanda nakal kalau enggak dibekap sama diikat bisa lari. " Tina dan Dian tersenyum sambil berlalu meninggalkan Darma.
" Ini Nanda permata? " Raka menghampiri Nanda yang sedang asyik dengan salad buahnya.
" Iya, emang kenapa? "
" Tumben elo mau dateng ke acara beginian, so makasih ya Nan elo dateng ke pesta gue, " Raka tersenyum manis ke arah Nanda. Nanda hanya mangut-mangut lalu pergi meninggalkan Raka tanpa sepatah katapun.
Semenjak kedatangan Nanda ke pesta Raka banyak cowok yang diam-diam sering mengamati Nanda. Mereka seakan-akan terkena magnet Nanda yang ternyata baru disadari para cowok-cowok itu.
" Mereka ngapain sih ngeliatin gue kayak gitu Tin? " Nanda sedikit risih dengan pandangan anak kelas sebelahnya yang sejak tadi memperhatikan Nanda.
" Nanda mereka itu kagum sama elo, maybe diantara mereka mungkin juga suka elo. "
" Eh gila ya, pada rabun gitu mata mereka. Apa coba yang disuka dari gue, ngaco deh elo tuh tin! " Nanda tertawa lalu kembali fokus dengan komik Conannya.
" Wo elo itu dibilangin malah gue dibilang ngaco. Terserah elo deh Nan. "
Raka menurunkan kaca mobilnya dan mengamati Nanda yang sedang asyik mengantri donat ditoko roti. Raka mengamati Nanda yang dengan santainya mengantri donat dikasir sambil mendengarkan lagu lewat earphonenya.
Raka segera menutup kaca mobil nya saat Nanda keluar dari toko. Raka mengikuti laju motor Nanda yang mengarah ke taman pinggir kota. Raka semakin penasaran saat menguntit Nanda dari belakang. Nanda terus berjalan menyusuri jalan setapak menuju sebuah gubuk kecil yang indah dengan dihiasi mawar putih.
Raka memandang Nanda dibalik pohon Mangga yang tidak jauh dari gubuk itu.
Nanda membuka kantong yang berisi donat lalu mengeluarkan sebuah buku dari dalam tasnya.
" Itu anak ngapain disini coba? " Raka semakin penasaran. Raka kaget minta ampun saat tiba-tiba Tina muncul dari belakang tubuhnya.
" Hayo! ngikutin Nanda ya, eciee suka Nanda ya Rak? " Raka membungkam mulut Tina rapat-rapat karena suara Tina bisa membuyarkan semua mata-matanya.Raka tahu semua tentang Nanda. Salah satunya tentang prinsip Nanda yang tidak mempunyai pacar sebelum kuliah. Raka sangat menghargai prinsip Nanda, Nanda memang berbeda dari gadis-gadis lainnya. Dia dewasa namun ternyata Nanda juga sangat manja terhadap mamanya. Nanda tak punya waktu untuk memikirkan cowok mana yang pantas untuknya, karena Nanda lebih suka dengan dunianya tanpa cowok manapun.
Baginya " Single itu prinsip. Bukan berarti gue gak bisa punya cowok. "
Nanda mondar-mandir didepan ruang sekretariat kampusnya. Keringat dingin membasahi tubuhnya, sejak satu jam yang lalu Nanda menunggu dosen pembimbingnya keluar sambil membawa kertas berisi " Beasiswa " untuk dirinya.
" Tuhan-tuhan bantu aku, aku ingin sekali beasiswa itu. " Nanda terus mondar mandir tanpa sengaja dia menbrak seorang laki-laki yang sedang membawa setumpukkan buku.
" Aduh! lain kali kalau jalan lihat-lihat dong! "
Nanda terkejut saat tahu bahwa laki-laki itu adalah Raka.
" Raka? "
" Nanda? " Raka meletakkan buku-bukunya dikursi. Raka dan Nanda pun duduk dikursi tunggu sambil bicara panjang lebar.Raka datang ke rumah Nanda malam ini. Raka sengaja datang tanpa memberitahu Nanda karena dia ingin memberi surprise di hari ulang tahun Nanda hari ini.
" Oh nak Raka silahkan duduk, tante panggilkan Nanda ya, " Raka menunggu diruang tamu sambil mengeluarkan sekotak donat favorit Nanda.
" Elo kesini nggak bilang gue dulu, ada apa Ram? " Nanda duduk disebalah Raka dan tanpa babibu segera membuka kotak donat yang dibawa Raka.
" Elo ya, bilang makasih dulu kek, apa kek. " Nanda tersenyum lebar sambil mencomot donatnya
" Gue mau bilang sesuatu Nan, tapi elo jangan marah ya? " Nanda mangut-mangut.
" Gue sayang sama lo, gue nggak tahu ini perasaan udah berapa lama nginep dihati gue sejak SMA. Gue tahu elo lebih suka single tapi .. " belum selesai Raka bicara Nanda sudah menyuapkan paksa donat ke mulut Raka.
" Elo telen deh itu donat, gue mau bikin minum dulu. "
Nanda pergi meninggalkan Raka yang masih terdiam tak mengerti.
Lalu beberapa langkah kemudian Nanda berbalik kearah Raka lagi dan mengigit sebagian donat dimulut Raka dengan mulutnya, sambil mencium pipi Raka.
Raka hanya tertawa menyaksikan kelakuan aneh Nanda. Namun dia begitu senang dan begitu bahagia.
The End~
Sumber : Google
Sumber : Google
Label: pelajaran
Subscribe to:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar