Minggu, 09 Maret 2014
Cinta berlapis permen karet
Pagi
itu merupakan hari yang sangat cerah untuk bersekolah, Putra pun langsung
berangkat dengan motor kesayangannya ke sekolah secepat kilat seperti menantang
maut. Sesampainya di parkiran sekolah, putra melepas helmnya dan langsung
berjalan ke arah teman-temannya yaitu Randi dan Arif. Mereka bertiga adalah
gank cowok yang populer di sekolah mereka. Karena sifat mereka yang dingin,
menakutkan dan pembuat masalah mereka bertiga disebut sebagai Tiga Malaikat
Maut, dengan wajah di atas rata-rata atau bisa di bilang mereka keren.
Saat
istirahat Putra, Randi dan Arif sedang mengobrol di luar kelas. Lalu Zizi pun
lewat bersama Kesha yang baru balik dari kantin, Zizi adalah murid pindahan
dari Bandung yang baru pindah tadi pagi. Tidak sengaja permen karet yang di
buang oleh Putra mengenai rambut Zizi sehingga sulit untuk di lepaskan.
“Hwaa
apaan nii?” tanya Zizi.
“Coba sini aku liat, waah itu ada permen karet nyangkut di rambut kamu” sambil membantu Zizi melepaskan permen karet dari rambut Zizi.
“Heh siapa yang melempar permen karet ini ke rambutku?” omel Zizi ke arah Tiga cowok yang ada di hadapannya.
“Sudah tenang ya Zi” memegang jajanan dia dan Zizi sambil menenangkan Zizi.
“Lho ini anak baru dari Bandung itu kan, berani sekali dia” ucap Arif.
“Hey aku tidak merasa melempar permen karet itu ke rambutmu, mungkin rambutmu yang seperti tempat sampah sehingga permen karet itu ingin menempel di rambutmu” jawab Putra.
“Hahaha…” tawa mereka bertiga.
“Arrgghh awas kau ya” kesal Zizi ingin menghajar Putra.
“Sudah-sudah Zi ayo kita ke kelas dan membersihkan rambutmu” ucap Kesha lalu menarik Zizi.
“Coba sini aku liat, waah itu ada permen karet nyangkut di rambut kamu” sambil membantu Zizi melepaskan permen karet dari rambut Zizi.
“Heh siapa yang melempar permen karet ini ke rambutku?” omel Zizi ke arah Tiga cowok yang ada di hadapannya.
“Sudah tenang ya Zi” memegang jajanan dia dan Zizi sambil menenangkan Zizi.
“Lho ini anak baru dari Bandung itu kan, berani sekali dia” ucap Arif.
“Hey aku tidak merasa melempar permen karet itu ke rambutmu, mungkin rambutmu yang seperti tempat sampah sehingga permen karet itu ingin menempel di rambutmu” jawab Putra.
“Hahaha…” tawa mereka bertiga.
“Arrgghh awas kau ya” kesal Zizi ingin menghajar Putra.
“Sudah-sudah Zi ayo kita ke kelas dan membersihkan rambutmu” ucap Kesha lalu menarik Zizi.
Sejak
itu Zizi menjadi kesal dengan Putra dan teman-temannya terlebih oleh sikap
mereka yang sok jago-an. Setiap hari selalu ada persaingan antara mereka. Namun
ternyata diam-diam Randi jatuh cinta pada Kesha. Sebenarnya Kesha juga
sebaliknya, tapi karena Zizi yang sudah sangat membenci Putra dan
teman-temannya membuat Kesha tidak enak dengan Zizi.
Saat
sedang lari-larian dengan teman-temannya tidak sengaja Putra menabrak Zizi
hingga jatuh. Mulanya mereka saling menatap namun tak lama Zizi marah pada
Putra dan langsung bangun.
Semenjak
itu mereka saling memikirkan satu sama lain dari masalah mereka berdua yang
selalu bertengkar dan tidak sadar semangat mereka ke sekolah adalah untuk
bertemu walau selalu ada masalah.
Setelah
menceritakan hal-hal ini kepada teman-temannya yang sudah berhari-hari ia
rasakan, Randi menyarankan Putra untuk nembak Zizi karena hal yang ia rasakan
adalah suka pada Zizi. Arif pun setuju dan mereka mempersiapkan rencana untuk
Putra menembak Zizi.
Esok
hari di sekolah, selesai olah raga saat Zizi ingin mengambil minum di tasnya,
ia melihat banyak permen karet di mejanya. Dengan kesal ia mengajak Kesha
menemui Putra dan teman-temannya.
“Heh
pasti kamu dan teman-temanmu kan yang melakukan ini semua” omel Zizi.
“Bener kan pasti dia langsung datang menemui kamu” ucap Randi pada Putra.
“Sebenarnya apa sih mau kamu?” kesal Zizi.
“Mau aku? Kamu mau tau apa mauku?” jawab Putra.
“Iya apa mau kamu hah” bentak Zizi.
“Mauku kamu jadi pacarku” jawab Putra dan membuat Zizi tertegun.
“Bener kan pasti dia langsung datang menemui kamu” ucap Randi pada Putra.
“Sebenarnya apa sih mau kamu?” kesal Zizi.
“Mau aku? Kamu mau tau apa mauku?” jawab Putra.
“Iya apa mau kamu hah” bentak Zizi.
“Mauku kamu jadi pacarku” jawab Putra dan membuat Zizi tertegun.
Randi
dan Arif hanya tersenyum dan Kesha kebingungan. Zizi pun mengajak Kesha pergi
karena ia merasa hanya di permainkan, namun tiba-tiba Putra menarik tangannya
dan memeluk Zizi di hadapan anak-anak sekolah yang ada di situ.
“Maaf
kalau selama ini aku selalu bikin kamu kesal tapi gak sadar itu membuat aku
menyukaimu. Aku serius, kamu mau kan jadi pacarku?” tanya Putra.
Dengan
hati berdebar-debar dan terikan dari anak-anak di situ untuk menerima Putra,
Zizi pun menjawab bahwa ia mau jadi pacar Putra suasana pun menjadi heboh
karena air dan api yang selama ini selalu ribut bisa bersatu. Dengan kejadian
itu, Kesha dan Randi pun juga akhirnya jadian.
Sumber : Google
Sumber : Google
Label: pelajaran
Subscribe to:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar